Berhubungan dengan intruksi perang dari kepala Negara repoblik Indonesia (Susilo Bangbang Yudoyono) selaku Panglima perang, di intruksikan kepada seluruh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Udarah (AU), serta KEPOLISIAN Indonesia. Yudoyono mengatakan bahwa pasukan gerilya yang adalah sebagai musuh harus di musnakan di kawasan pegunungan dan hutan selurunya.
Palembang tertanggal 9 February, 2010, presiden sebagai seorang pemegang komando tertinggi angkatan prang Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan komando perang secara resmi di markas angkatan laut republic Indonesia. Isi komando antara lain:
1. Memerangi seluru isu yang berkembang di wilaya repubilk Indonesia
2. Membasmi seluruh griliawan yang tersebar di seluru wilaya Indonesia.
3. Mendeklarasikan pasukan merah putih pendukung integrasi Indonesia, yang di namakan Barisan Merah
Putih (BMP) di seluruh wilayah Papua barat. maka Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai media rakyat mengeluarkan himbauan sebagai berikut:
1. Di himbau kepada rakyat bangsa papua barat dimana saja berada bahwa, hendaklah kita harus kuat dan kenakanlah seluruh perlengkapan, supaya kita tetap bertahan dan berjuang karena perjuangan kita adalah perjuangan melawan ketidak adilan. Untuk itu mari kita berdiri tegap, berikatpinggangkan kebenaran, berbajuzirahhan keadilan dan berkasutkan kerelaan, untuk mempertahankan jati diri kita sebagai orang asli papua ras melanesia dan ancaman oleh penguasa-penguasa negeri ini.
2. Di himbaukan kepada seluruh rakyat bangsa papua barat, agar bergandengan tangan untuk berdoa dan berpuasa kepada Tuhan Allah supaya pengalaman Timur-timur menyelang REPRENDUM di tanah Timur Lorosae pada tahun 1999 itu tidak terulang di atas tanah ini.
3. Di himbau kepada masyarakat asli papua yang di paksakan ikut tergabung dalam barisan merah putih (BMP)agar segera keluar dari organisasi ini dan mari kita membangun solidaritas sebagai orang papua ras Melanesia demi mempertahankan negeri kita yang di berkati ini.
4. Di himbau kepada pemerintah Repoblik Indonesia bahwa, sekalipun pemerintah Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) berilmu tinggi, berbudi pekerti dan berhikmat. Akan tetapi, sangat tidak mungkin membangun rakyat papua. Rakyat papua akan bangkit dan membangun dirinya sendiri, sebagai bangsa yang berdaulat seperti bangsa-bangsa lain di muka bumi ini. Melalui.
5. Rakyat papua akan menentukan nasip massa depan bangsa melalui REFRENDUM ulang karena PEPERA tahun 1969 adalah telah terbukti catat dan tidak sesuai dengan INSTRUMEN HUKUM, HAM dan DEMOKRASI INTERNASIONAL.
Dengan demikian himbauan ini untuk diketahui oleh kita semua.
Port Numbay 18/02/2010 Mengetahui
Komite Nasional Bangsa Papua Barat (KNPB )
Buchtar Tabuni
Ketua Umum
H I B A U M A N U F U F
Instructions relating to the war from the head of the State repoblik Indonesia (Bangbang Susilo Yudhoyono) as the Commander of the war, in intruksikan to the Indonesian National Army (TNI) Navy (Navy), Army (AD) and Udarah Force (AU), and the Indonesian Police. Yudhoyono said that the guerrilla force is the enemy must destroy in the mountains and forests selurunya.
Palembang dated February 9, 2010, the president as a holder of Prang forces high command of the Republic of Indonesia, President of the Republic of Indonesia has issued a formal command of the war in the naval headquarters Indonesian republic.
The contents of command, among others:
1. Seluru combat a growing issue in the wilaya repubilk Indonesia
2. Exterminate all griliawan spread in Indonesia seluru wilaya.
3. Red and white army declared supporter of Indonesian integration, which in called Barisan Merah Putih (BMP) in all regions of West Papua. the National Committee of West Papua (KNPB) as the media people issued the following appeal:
1. Appeals to the people in the west papua anywhere in that, let us be strong and put all the equipment, so we stay and fight for our struggle is the struggle against injustice. For that let us stand tall, berikatpinggangkan truth, justice and berbajuzirahhan willingness berkasutkan, to maintain our identity as indigenous people papua Melanesian race and the threat by the authorities of this country.
2. In himbaukan to all the people of west papua nation, to join hands in prayer and fasting to the Lord God to the East-east experience
cut in the ground REPRENDUM East Timor in 1999 was not
repeated in this land.
3. Appeals to the public in papua native who joined the force joined in the red and white lines (BMPs) to immediately exit from this organization and let us build solidarity as a people papua Melanesian race to preserve our country in this blessed.
4. Appeals to the government in Indonesia Repoblik that, although the government Repoblik Unitary State of Indonesia (NKRI) high knowledgeable, virtuous and wise character. However, it is impossible to build the people of papua. Papua People will rise up and establish himself as a sovereign nation like other nations on this earth. Through.
5. People papua will determine the nation's mass nasip through repeated because PEPERA REFRENDUM year 1969 is the proven record and not in accordance with INSTRUMENT OF LAW, INTERNATIONAL human rights and democracy.
Thus, this appeal to be known by us all.
Port Numbay 18/02/2010
Know The National Committee of West Papua (KNPB) Mengetahui
Komite Nasional Bangsa Papua Barat (KNPB )
Buchtar Tabuni |