|
JAYAPURA— Pernyataan Eks Menlu Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholas Messet yang mengatakan, perjuangan ideologi memerdekan Papua Barat kini sudah tak murni lagi, karena ada kekuatan tertentu yang berada di belakangnya, mendapat kritik pedas dari Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni ketika dikonfirmasi di Waena, Senin (23/1).
Mako menandaskan, pernyataan itu harus disertai dengan bukti-bukti yang jelas siapa sebenarnya OPM yang diboncengi baju hijau dan gerakan sipil kota ini. Dikatakan, pihaknya menilai wajar apabila seorang Nicholas Meset mengatakan perjuangan ideologi memerdekakan Papua tak murni lagi, karena statusnya kini sudah jelas sebagai orang-orang yang bisa menjual harga diri bangsanya. “Saya sendiri bisa katakan bahwa lebih baiknya itu dia diam karena dia itu sudah ibaratnya dia orang yang sudah murtad dari idiologi dan lebih kasarnya kita katakan dia itu penghianat.”
Menurutnya, perjuangan Papua merdeka tak akan pernah dibunuh dengan tawaran sekecil apapun. Itu satu ideologi yang tak bisa ditawar-tawar lagi, maka itu ia mengatakan bahwa Papua merdeka itu boleh saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu , termasuk elit elit politik Papua merdeka, elit politik yang lain serta pejabat pejabat birokrasi yang selalu memanfaatkan gerakan Papua merdeka untuk memperoleh jabatan, kedudukan untuk mencari uang dan lain-lain. “Ini bukan hal baru atau hal yang harus kita kaget, tapi itu hal biasa bagi kami yang eksis berjuang,” ungkapnya.
Walaupun demikian, katanya, pihaknya bersyukur seorang Nicholas Meset yang telah meletakan ideologi Papua Merdeka atau menanamkan ideologi Papua Merdeka kepada generasi berikutnya.
“Dia hanya manusia biasa jadi dia bisa mengambil posisi seperti itu dan itu kami mengerti, tapi dia jangan selalu mengkaitkan dengan perjuangan Papua Merdeka,” ujarnya. “Kalau seorang diplomat yang sekarang ini eksis di luar negeri atau orang-orang yang masih mempertahankan posisi gerilyawan yang mengatakan bahwa kini Papua Merdeka sudah diboncengi kepentingan daerah ya itu mungkin kita bisa mengakuinya. Tapi tak perlu diakui bila pernyataan itu datang dari seorang Nicholas Meset,”jelasnya. Tapi kalau orang penghianat kalau dia berbicara seperti itu, berarti dibalik itu ada kepentingan. Minta uang saja ke Jakarta kalau mau kenapa harus buat wacana lagi tentang ini, supaya pemerintah panggil untuk kasih uang, ini kan kurang bagus dan ini ciri-ciri orang yang tak punya etika.
Karena itu, kata dia pihaknya mengharapkan supaya Nicholas Meset berhenti mengkaitkan Papua Merdeka karena dia sudah tak wajar lagi berbicara tentang Papua Merdeka karena dia sudah menghianati perjuangan yang pernah dia geluti sejak waktu masih mudah sampai sekarang dia sudah tua.
Dia harus bersyukur karena ada generasi muda yang meneruskan perjuangannya dan pihaknya tak akan pernah marah tapi menaruh hormat karena dia itu sudah meletakkan dasar perjuangan yang jelas jadi pihaknya tak marah tapi tolong dia berhenti bicara yang ada kaitannya dengan Papua merdeka lebih bagus dia cari makan dengan Republik dia cari minum atau minta jabatan itu urusan dia dan terserah dia.
Sebagaimana diwartakan media ini, Eks Menlu Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholas Messet menegasan perjuangan ideologi memerdekan Papua Barat kini sudah tak murni lagi. Namun ada kekuatan tertentu yang berada dibelakang setiap pergerakan OPM. (bintang Papua, Sabtu 21/1). (mdc/don/l03)
|