West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.91-log
Time : 00:21
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 8
Content : 777
Content View Hits : 712424
Statements
KNPB Himbau Tidak Kibarkan Bendera PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 30 November 2011 10:26
KNPB Himbau Tidak Kibarkan Bendera
Memperingati HUT Kemerdekaan West Papua 1 Desember 2011, Komite Nasional Papua Barat [KNPB] yang selama ini terus memediasi rakyat Papua Barat untuk tidak terhasut dengan seruan yang dibuat oleh sekelompok pendiri negara Federal yang bertujuan untuk mengorbankan rakyat sipil.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Internasional untuk KNPB, Victor Yeimo. Menurutnya, cita-cita pembebasan nasional Papua Barat tidak akan tercapai dengan sekedar melakukan deklarasi umumkan pemerintahan baru atau kibar bendera. Karenanya, lanjut Victor, ia berharap rakyat Papua Barat agar tetap tenang dan tidak menjadikan 1 Desember sebagai momen simbolisme gerakan.
"Karena perjuangan yang sesungguhnya adalah rakyat harus sadar dan memperkuat struktur perlawanan yang kini diporak-porandakan oleh penguasa kolonial dan kapitalis. Kalau orang Papua mau merdeka harus memperkuat perangkat-perangkat perjuangan yang dibutuhkan, sehingga cita-cita membentuk sebuah negara bukan sekedar ilusi dan simbolis, tapi suatu keniscayaan yang dilahirkan dari kesiapan kekuatan dalam pembentukan negara Papua Barat", tegasnya.
Menurutnya, KNPB melalui pengurusnya telah membaca adanya sinyalemen represi yang kemungkinan menyebabkan korban rakyat sipil. "Darah rakyat Papua Barat jangan dijadikan nilai jual dalam perjuangan untuk mencapai dialog atau negara federal", lanjut Victor.
Pengurus KNPB telah mengambil kesepakatan untuk tidak memediasi rakyat dalam kondisi ini, namun KNPB menghimbau rakyat untuk tetap memperingati hari kemerdekaanya dengan meliburkan diri dari aktivitas kerja dan merefleksi diri dan nasip bangsa Papua Barat serta perjuangannya, agar kedepan mampu menempatkan diri dalam perjuangan menuju pembebasan nasional Papua Barat.
Selain itu didirikannya negara federal Papua Barat oleh sekolompok rakyat pada tanggal 19 November lalu, menurut Victor Yeimo hal itu bagian dari ekspresi satu dua faksi perjuangan dan tetap dihargai. Namun, menurut Victor, tidak ada mekanisme demokratis dari rakyat 300 suku lebih yang ada diatas bumi cenderasih ini, faksi induk seperti OPM dan sayap militernya pun tidak terlibat dalam pembentukan negara yang disebut sebagai negara federal.
"Semua orang melihat sendiri bahwa keputusan itu tidak dilahirkan dalam proses demokratis, karena tidak ada metode demokratis yang diterapkan. Bahkan kami dari awal tidak sepakat dengan rencana itu karena para penggagas kongres III tidak mengkonsolidasikan rakyat ataupun kelompok-kelompok garis geras seperti TPN.OPM maupun diplomasi dengan baik untuk bersama-sama sepakat ambil keputusan untuk membentuk model negara yang disebut sebagai negara Federasi Papua Barat", tegas Victor.
KNPB sebagai media rakyat, sesuai programnya terus melakukan penguatan struktur perwakilan perjuangan dari seluruh basis rakyat Papua Barat yang ada untuk membentuk Dewan-Dewan perjuangan sebagai alat perjuangan yang memegang fungsi mandat perjuangan. Dewan-Dewan itulah yang akan berfungsi dalam melahirkan model-model perjuangan serta cita-cita pembentukan negara Papua Barat nantinya.
Sehingga pengurus KNPB terus menyampaikan kepada rakyat Papua agar mengerti tahapan strategis dalam mencapai kemerdekaan Papua Barat yang benar-benar terlepas dari kungkungan neokolonialisme Indonesia, neoliberalisme dan militerisme di Papua Barat.

Memperingati HUT Kemerdekaan West Papua 1 Desember 2011, Komite Nasional Papua Barat [KNPB] yang selama ini terus memediasi rakyat Papua Barat menyerukan untuk tidak terhasut dengan seruan yang dibuat oleh sekelompok pendiri negara Federal yang bertujuan untuk mengorbankan rakyat sipil.

Last Updated on Tuesday, 06 December 2011 02:06
Read more...
 
KNPB Serukan Aksi Besar-Besaran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 10 November 2011 12:07
Rakyat Papua Barat dibawah koordinasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) akan kembali melakukan aksi besar-besaran di seluruh wilayah Papua Barat pada 14 November 2011 untuk menuntut hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.
Juru Bicara KNPB, Victor Yeimo mengatakan bahwa pihak pengurus KNPB telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk rencana aksi damai tersebut. Sedang, seruan-seruan sedang didistribusikan kepada seluruh basis rakyat Papua Barat.
"Rakyat Papua Barat tidak akan tinggal diam, apalagi takut dibawah represi kekuasaan Indonesia yang militeristik. Aksi tuntut hak penentuan nasib sendiri tetap dilakukan bersama massa rakyat Papua Barat", tegas Victor.
Sementara itu, Koordinator aksi Victor Kogoya kepada wartawan mengatakan bahwa aksi ini akan berlangsung dengan damai sesuai kesepakatan bersama aparat kepolisian. Aksi ini dilakukan dalam upaya memediasi apa yang menjadi keinginan rakyat Papua Barat.
Rencanya, aksi besar-besaran akan berlangsung di Wamena, Timika, Biak, Sorong, Merauke dan Nabire. Di Jayapura, ribuan massa dipastikan turun memadati jantung kota Jayapura.

Jayapura, Rakyat Papua Barat dibawah koordinasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) akan kembali melakukan aksi besar-besaran di seluruh wilayah Papua Barat pada 14 November 2011 untuk menuntut hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.

Juru Bicara KNPB, Victor Yeimo mengatakan bahwa pihak pengurus KNPB telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk rencana aksi damai tersebut. Sedang, seruan-seruan sedang didistribusikan kepada seluruh basis rakyat Papua Barat.

Last Updated on Thursday, 10 November 2011 12:08
Read more...
 
KNPB: Referendum, Solusi Masalah Papua PDF Print E-mail
Written by Kompas   
Thursday, 10 November 2011 11:02

JAYAPURA, KOMPAS.com Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan, referendum adalah solusi bagi masalah Papua. Koordinator Umum KNPB Victor Kogoya, Rabu (9/11/2011) di Abepura, Papua, mengatakan, referendum merupakan hak politik rakyat Papua.

Last Updated on Thursday, 10 November 2011 11:36
Read more...
 
KNPB: Referendum, Solusi Masalah Papua PDF Print E-mail
Written by Kompas   
Thursday, 10 November 2011 11:02

JAYAPURA, KOMPAS.com Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan, referendum adalah solusi bagi masalah Papua. Koordinator Umum KNPB Victor Kogoya, Rabu (9/11/2011) di Abepura, Papua, mengatakan, referendum merupakan hak politik rakyat Papua.

Read more...
 
RI Dukung Palestina Merdeka di PBB, Bagaimana Dengan Papua Barat? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 21 September 2011 04:09
Press Release
RI Dukung Palestina Merdeka di PBB, Bagaimana Dengan Papua Barat?
Dalam sidang Umum PBB yang dimulai hari ini (21/9) di New York, Indonesi akan menjadi garda terdepan untuk mendukung upaya Palestina menjadi anggota PBB. Indonesia telah mendukung kemerdekaan Palestina sejak deklarasinya. Tetapi bagaimana dengan nasib wilayah Papua Barat yang masih dijajah oleh Indonesia selama setengah abad?
Pekan ini, pada 19-28 September 2011 Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akan mewakili RI dalam Sidang Umum PBB ke-66 di New York, Amerika Serikat. Dalam siaran pers, Kamis lalu (15/9), Menlu Marty Natalegawa mengingatkan, Indonesia telah mengakui kemerdekaan Palestina beberapa jam setelah dideklarasikan pada 1988 lalu.
Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq juga mengatakan, dukungan parlemen dan pemerintah Indonesia sudah bulat terhadap perjuangan kemerdekaan dan pengajuan keanggotaan Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan ini.
Sikap politik luar negeri Indonesia itu harus dibuktikan juga dalam komitmennya untuk mendukung hak kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua Barat. Bila Indonesia menyadari bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah sebuah penjajahan, maka Indonesia pun harus menyadari bahwa pendudukan Indonesia sejak tahun 1963 di Papua Barat adalah sebuah penjajahan.
Sudah cukup banyak rakyat Palestina yang menjadi korban oleh resim zionist Israel, dan cukup banyak rakyat Papua Barat yang menjadi korban resim kolonialime dan militerisme Indonesia di Papua Barat. Sudah waktunya rakyat Papua Barat mengatur nasipnya sendiri seperti juga rakyat Palestina, Sudan Selatan, Kosovo, dan lainnya.
Indonesia sebagai anggota PBB harus ikut aktif dalam menciptakan perdaiaman dunia. Tetapi, bagaimana dengan nasip bangsa Papua Barat? sudah cukup lama Indonesia dan dunia internasional menutup diri terhadap penderitaan orang Papua Barat. Orang Papua Barat terus menjadi korban kepentingan kolonialisme Indonesia dan kapitalisme global.
Oleh karena kepentingan itu, PBB dan Indonesia telah meniadakan wilayah Papua Barat yang harus dimerdekakan sesuai semangat komisi dekolonisasi PBB melalui resolusi 1514. Indonesia harus menyambut pernyataan Sekjen PBB, Ban Ki-Mood di Auchland, New Zealand 7 September 2011 lalu bahwa masalah Papua Barat harus dibahas kembali dalam komisi dekolonisasi PBB, dimana komisi ini beberapa kali dipimpin oleh Marty Natalegawa sebagai ketua Komisi.
VIctor Yeimo
International Spokesperson for West Papua National Committee [KNPB]
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT  [KNPB]
West Papua National Committee
=============================================
Press Release
Jayapura, 21 September 2011

RI Dukung Palestina Merdeka di PBB, Bagaimana Dengan Papua Barat?

Dalam sidang Umum PBB yang dimulai hari ini (21/9) di New York, Indonesia akan menjadi garda terdepan untuk mendukung upaya Palestina menjadi anggota PBB. Indonesia telah mendukung kemerdekaan Palestina sejak deklarasinya. Tetapi bagaimana dengan nasib wilayah Papua Barat yang masih dijajah oleh Indonesia selama setengah abad?
Last Updated on Wednesday, 21 September 2011 04:48
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us