| KRONOLOGIS PERINGATI HARI INFANTRI DAN SIMULASI MILITER INDONESIA DALAM MENGHADAPI GERAKAN OPM PASC |
|
|
|
| Written by WRPB Wanokwary |
| Saturday, 24 July 2010 01:12 |
|
KRONOLOGIS PERINGATI HARI INFANTRI DAN SIMULASI MILITER INDONESIA DALAM MENGHADAPI GERAKAN OPM PASCA PENGEMBALIAN OTONOMI KHUSUS PAPUA DI LAPANGAN BORARSI MANUKWARI HARI SENIN TANGGAL 19 JULI 2010 SENIN tanggal 19 Juli 2010 di peringati hari Infantri ke 64 puncak acara di lakukan di Lapangan Bararsi, Manukwari. Pangdanggdam XVII Cenderawasi Mayjen TNI Hotma Marbun bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Gubernur Papua Barat Mayjen Marinir Purnabirawan Abraham O. Ataruri, hadir dan duduk dii tribun kehormatan. Ia di damping Setda GC. Auparai , Fery Auparai Anggota DPR Papua Barat Bupati Manukwari Dominggus Mandacan,dan tamu undangan lainnya .Dalam spanduk yang berrtuliskan dengan semangat Yudha pramuka , kita tingkatkan jiwa korsa dan kemanunggalan TNI dalam ramgka mempersatukan Wilayah Nusantara dari Merauke sampai sabang ,mendukung tugas pokok TNI AD; . itulah tema yang di angkat pada peringatan hari Infantri.
Dalam amanatnya, panggdam menegaskan hari infanri merupakan peristiwa yang mengandung nilai- nilai etos kepahlawanan di samping itu mengandung nilai seluruh pejuang dimana terciptanya kekuatan dan semangat pantang menyerah melawan penjajah dan ancaman dari dalam Papua dan dari luar semakin nyata yang memiliki kekuatan persenjataan modern saat ini, dalam penegasan Pangdam mengutip perintah kilat di tujukan kepada angkatan perang Republik Indonesia. Hal ini merupakan penjabaran dari sterategi yang di susun dalam perintah siasat Nomor 1/1948.dimana pasukan -pasukan hijrah melaksanakan Infantri dengan cara melakukan perlawanan fisik sampai titik darah penghabisan. Dalam peringatan hari Infantri di Manukwari Pangdam kembali menyinggung dari catatan sejara 13 tahun kemudian, tepatnya 19 Desember 1961, merupakan juga momentum yang sangat penting bagi tegaknnya keutuhan NKRI.
Karena saat itu Presiden SOEKRNO menyerukan Trikomando Rakyat ( TRIKORA) kepada seluruh Rakyat Indonesia di setiap pelosok gunung , lautan, desa dan kota. PerintahPresiden Soekar o di serukan dengan lantang di depan rapat raksasa di kota Yokyakarta. Yakni karena Belanda masih menguasai Irian barat sebagai kolonealisme di tanah air kita katanya; maka kami perintahkan kepada rakyat Indonesia juga yang berada di irian Barat untuk melaksanakan Trikomando Rakyat. Trikomando Rakyat itu berbunyi , Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua buatan Belanda Kolonial , kedua kibarkan sang merah putih di irian barat, tanah air Indonesia, ketiga, bersiap untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa itulah amanat yang di bacakan dalam parayaan hari Infantri di lapangan bararsi Manukwari Tanggal 19 juli 2010. Dalam pesan Gubernur Papua Batat Abraham Atururi mengatakan harapan dan semangat yang harus terus menerus di kobarkan seluruh anak bangsa di tanah papua, khususnya orang asli Papua, dalam sambutannya Gubernur, Menjamin pemerintah daerah tetap ,membekap keberadaan TNI dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI di wilayah Papua Barat. Karena dengan adanya keamanan, semua program dan kegiatan pembangunan yang dikerjakan pemerintah Daerah, dapat berjalan. Sebab tidak ada kegiataan pembangunan berjalan tampa keaamanan.
Secara terpisa Pangdam XVII Cendrawasi , Hotma Marbun mendukung usulan Gubernur . karena Papua dan Papua barat berada dalam satu kodam. Pangdam XVII Cenderawasi Mayjen TNI Hotma marbun bertindak selaku inspektur upacara ( Inrup). Usai upacara, pangdam langsung menuju ke triibun utama dan duduk di samping kanan Gubernur . di tribun kehormatan, di kanan kiri tangga naik ke tribun di jaga dua orang pengawal anggota POM angkatan darat. Saat itu suasananya sedang santai , sehabis upacara.
Mendadak suasana menjadi gaduh dan menegangkan. Di situai santai itu, tiba - tiba muncul mobil Toyota kijang memasuki lapangan upacara. Saat itu pasukan peserta upaca sudah di bubarkkan. Mobil tersebut langsung menuju ke depan tribun utama / tribun kehormatan. Tiba -tiba dua anggota teroris bersenjata keluar dari mobil itu. Mereka menggunanakan t utup kepala. Satu di antaranya berambut gimbal dan berjnggot tebal yang katanya indentik dengan anggota OPM di hutan.
Begitu turun dari mobil , keduanya langsung beransek ke tribun utama . Dua penjaga dari POM angkatan darat dan beberapa anggota TNI mencoba menghalang dua teroris ini. Upaya ini tak berhasil mereka dilumpuhkan dua orang teroris ini, bebas melenggeng ke tribun utama dan menculik Verry Auparay yang saat itu tak mungkin melawan. Semula orang mengira teroris ini akan menculik gubernur atau pangdam. Selanjutnya Verry di bawalari dengan mobil yang di kendarai teroris , peristiwanya berlangsung dengan sangat cepat . Suasana Lapangan Bararsi saat itu beruba menjadi mencekam. Suara sirenne meraung raung. Ternyata suara serene itu datang dari mobil anti teror milik battalion Infantri 751/BS, sentani jayapuara Papua . Ada juga beberapa motor trail khusus Indonesia untuk operasi tim anti teror.
Pasukan elit yunif / 751 berpakaian serba hitam. Helmet dan kaca mata hitam melenggkapi baju yuniporm anti teror, itulah simulasi dan parade pasukan Indonesia di Manukwari Pasca Pengembalian Otonomi Khusus Papua tanggal 18 juni 2010 yang lalu.Di manukwari sampai hari ini anggota TNI dan Intel - intel Indonesia masih terus memasuki komplek -komplek orang Papua yang di anggap daerah merah atau Tempat tinggal aktifis- aktifis Papua merdeka dan melakukan tekanan, intimidasi dan teror terhadap masyarakat Papua yang di curigai. Hal ini di lakukan atas dasar pidato Presiden SBY tanggal 11 juli. Presiden Berpakaian militer Ia berpidato supaya menyiapkan jajaram TNI dan POLRI 20 ribuh Personil untuk segera di kirim ke Papua terutama Daerah- daerah yang di anggap rawan, sementara di manukwari pada hari jumat tanggal 9 Juli minggu lalu sudah berdatangan Pasukan TNI dengan menggunakan kapal, begitu mereka turun d pelabuhan Manukwari mereka langsung parade di jalan raya dengan perlenggkapan militer menuju Kodim dan Kompi untuk di tampung di markas militer.
Demikian Kronologis kegitan perayaan hari Infantri dan simulasi Militer Indonesia dalam menghadapi setiap gerakan OPM pasca pengembalian Otonomi Khusus oleh Orang Papua kepada pemerintah Indonesia.
|
| Last Updated on Saturday, 24 July 2010 02:53 |


