West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.91-log
Time : 00:35
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 8
Content : 777
Content View Hits : 712464
Taman Imbi Saksi Bisu 1 Mei PDF Print E-mail
Written by Bintang Papua   
Monday, 03 May 2010 21:49

JAYAPURA—Taman Imbi Jayapura adalah merupakan saksi bisu sejarah 1 Mei 1962. Pasalnya, tempat itu pernah ditancapkan Bendera PBB, Bendera Indonesia dan Bendera Belanda, tepatnya pada tanggal 1 Mei 1962.

 

Wakil Walikota Sudjarwo saat berjabat tangan para veteran yang  hadir pada perayaan 1 Mei kemarin.

Hal itu diungkapkan salah satu pelaku sejarah saat pelaksaan Pepera Ramses Ohee. ‘’Sebelum 1 Mei 1962 yang berkibar di taman Imbi itu bendera belanda saja. Dan setelah 1 Mei 1962 tiga bendera berkibar di situ, yaitu Bendera Belanda, UNTEA, dan Bendera Indonesia. Namun setelah 1 Mei 1963 tinggal satu bendera yaitu bendera Indonesia,’’ ungkap Ramses Ohee.
Hal itulah yang kemudian pada 1 Mei kemarin diperingati oleh Pemerintah Kota Jayapura sebagai hari kembalinya Papua ke pangkuan NKRI. ‘’Puncak ini hari 47 tahun kita lewati, semangat juang yang tinggi dari bangsa ini,  khususnya putra-putra bangsa asal Papua ini. Tidak mau diam untuk berupaya terus membangun keutuhan bangsa ini dengan persatuan dan kesatuan bangsa,’’ ungkap Ramses Ohee lebih lanjut.
Ramses Ohee  yang juga Ondofolo Waena lebih jauh menceritakan bahwa 1 Mei adalah kemenangan dari bangsa yang besar  ini yaitu RI. ‘’Dimana bangsa Indonesia bertengkar dengan membahas masalah wilayah NKRI menurut belanda Maluku sampai  Sabang. Indoneisa katakan bukan. Yang bekas hindia belanda itu Merauke sampai Sabang,’’ ceritanya.
Menurut Ramses Ohee bahwa kemudian hal itu diadukan mentri Luar negeri Belanda saat itu dan kemudian memunculkan perjanjian New York tanggal 15 Agustus 62. ‘Setelah enam tahun 14 Juli sampai 2 Agustus 1969  diadakanlah dewan musyawarah pepera. Disana ditunjuk berbagai unsur yang dipercayakan oleh rakyat untuk melakukan musyawarah, berjumlah 1026 orang salah satu saya sendiri yang menyatakan satu tekat menyatakan seluruhnya untuk tetap Papua dalam NKRI. Dan NKRI adalah harga mati. Wilayah negaranya dari Sabang sampai Merauke,’’ ceritanya lebih jauh saat ditemui usai upacara 1 Mei di Lapangan Bintang Mas Entrop.
Wakil Walikota Sudjarwo yang dalam peringatan 1 Mei tersebut bertindak selaku inspektur upacara, saat ditemui usai upacara mengatakan bahwa banyak warga yang melupakan 1 Mei tersebut. ‘’Diantara kita ada yang melupakan 1 Mei untuk di Papua atau Papua Barat. Dimana 1 Mei 1963 merupakan hari yang sangat-sangat bersejarah bagi kita dari perjuangan republik kita itu cukup panjang,’’ ungkapnya.
Sudjarwo mengharapkan 1 Mei dapat dimanfaatkan guna membangkitkan semangat juang. ‘’Saya sangat mengharapkan dalam kesempatan ini untuk membangkitkan semangat juang dari kita semua dan untuk memurnikan kita-kita yang mengabdi di tanah papua ini, terutama kalau dulu para pejuang Republik kita untuk mempersaukan RI ini artinya berjuang dengan tulus ikhlas tanpa pamrih,’’ harapnya.
Dan khusu untuk masyarakat kota, Sudjarwo mengharapakan agar masyarakat kota dapat memanfaatkan momen 1 mei untuk semakin merasa bahwa apa yang telah terwujud saat ini adalah hasil para pejuang-pejuang terdahulu. ‘’Kita juga mengharapkan untuk semangat kebersamaan, semangat persatuan yang mana selalu kita dengung-dengungkan Papua sebagai tanah damai itu tidak akan terwujud manakala itu hanya slogan,’’ harapnya. (cr-10)


Last Updated on Monday, 03 May 2010 21:49
 
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us