West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.91-log
Time : 02:52
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 10
Content : 828
Content View Hits : 893541
OPM Diboncengi Harus Dibuktikan PDF Print E-mail
Written by Bintang Papua   
Monday, 23 January 2012 23:24

JAYAPURA— Pernyataan Eks Menlu  Organisasi Papua Merdeka (OPM)  Nicholas Messet  yang mengatakan, perjuangan  ideologi memerdekan Papua Barat kini   sudah tak murni  lagi, karena  ada kekuatan tertentu   yang berada  di belakangnya,   mendapat kritik  pedas dari Juru Bicara Komite  Nasional  Papua Barat  (KNPB)  Mako Tabuni ketika dikonfirmasi di Waena, Senin (23/1).


Mako  menandaskan,  pernyataan itu harus disertai dengan bukti-bukti   yang jelas  siapa   sebenarnya OPM  yang diboncengi  baju hijau dan gerakan sipil kota ini.
Dikatakan,  pihaknya menilai  wajar   apabila seorang Nicholas  Meset mengatakan  perjuangan ideologi  memerdekakan Papua  tak  murni  lagi, karena statusnya kini sudah jelas  sebagai  orang-orang yang bisa menjual harga diri bangsanya. “Saya sendiri bisa katakan bahwa lebih baiknya itu dia diam karena dia itu sudah ibaratnya dia orang yang sudah murtad dari idiologi dan lebih kasarnya kita katakan dia itu penghianat.”


Menurutnya,  perjuangan Papua merdeka tak akan pernah dibunuh dengan tawaran sekecil apapun.  Itu satu ideologi yang tak bisa ditawar-tawar lagi, maka itu ia mengatakan bahwa Papua merdeka itu boleh saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu , termasuk elit elit  politik Papua merdeka, elit politik yang lain serta  pejabat  pejabat  birokrasi yang selalu memanfaatkan gerakan Papua merdeka untuk memperoleh jabatan, kedudukan untuk mencari uang dan lain-lain. “Ini  bukan hal baru atau hal yang harus kita kaget, tapi itu hal biasa bagi kami yang eksis berjuang,” ungkapnya.


Walaupun demikian, katanya,  pihaknya  bersyukur seorang Nicholas Meset  yang  telah  meletakan ideologi Papua Merdeka atau menanamkan ideologi Papua Merdeka kepada generasi berikutnya.


“Dia hanya manusia biasa jadi dia bisa mengambil posisi seperti itu dan itu kami mengerti,  tapi dia jangan selalu mengkaitkan dengan perjuangan Papua Merdeka,” ujarnya.
“Kalau seorang diplomat yang sekarang ini eksis di luar negeri atau orang-orang yang masih mempertahankan posisi gerilyawan yang mengatakan bahwa kini  Papua Merdeka sudah diboncengi  kepentingan daerah  ya itu mungkin kita bisa mengakuinya. Tapi tak perlu diakui bila  pernyataan  itu  datang dari   seorang  Nicholas Meset,”jelasnya.
Tapi kalau orang penghianat kalau dia berbicara seperti itu, berarti dibalik itu ada kepentingan.  Minta uang saja ke Jakarta kalau mau kenapa harus buat wacana lagi tentang ini, supaya pemerintah panggil untuk kasih uang, ini kan kurang bagus dan ini ciri-ciri orang yang tak punya etika.


Karena  itu,  kata dia pihaknya  mengharapkan supaya Nicholas Meset berhenti mengkaitkan Papua Merdeka karena dia sudah tak wajar lagi berbicara tentang Papua Merdeka karena dia sudah menghianati perjuangan yang pernah dia geluti sejak waktu masih mudah sampai sekarang dia sudah tua.


Dia harus bersyukur karena ada generasi muda yang meneruskan perjuangannya dan pihaknya  tak akan pernah marah tapi  menaruh hormat  karena dia itu sudah meletakkan dasar perjuangan yang jelas jadi pihaknya  tak marah tapi tolong dia berhenti bicara yang ada kaitannya dengan  Papua merdeka lebih bagus dia cari makan dengan Republik dia cari minum atau minta jabatan  itu urusan dia dan terserah dia.        


Sebagaimana  diwartakan media  ini, Eks Menlu  Organisasi Papua Merdeka (OPM)  Nicholas Messet menegasan  perjuangan  ideologi memerdekan Papua Barat kini   sudah tak murni  lagi. Namun ada kekuatan tertentu  yang berada  dibelakang  setiap  pergerakan  OPM. (bintang Papua, Sabtu 21/1). (mdc/don/l03)

 
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us