West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.91-log
Time : 01:06
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 8
Content : 777
Content View Hits : 712566
Anggaran Dicairkan Setelah Wabah Diare Ditangani Tim PDF Print E-mail
Written by JUBY   
Saturday, 29 May 2010 23:31

Saturday, 29 May 2010 03:59

JUBI --- Tim Relawan Kesehatan Kabupaten Paniai berhasil menangani wabah diare yang merebak di dua kampung, masing-masing Kampung Uwebutu, Distrik Yatamo, dan Kampung Okeitadi, Distrik Paniai Barat, baru-baru ini.

JUBI --- Tim Relawan Kesehatan Kabupaten Paniai berhasil menangani wabah diare yang merebak di dua kampung, masing-masing Kampung Uwebutu, Distrik Yatamo, dan Kampung Okeitadi, Distrik Paniai Barat, baru-baru ini.

Perhatian pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan yang diharapkan menanggulangi kasus wabah tersebut dianggap lamban. Ironisnya, dana diturunkan setelah wabah berhasil ditangani.

Lambannya respon terhadap wabah di dua kampung itu sangat disesalkan warga. Di saat korban membutuhkan pertolongan, instansi teknis terkesan “lipat tangan”. Pelayanan medis di Uwebutu, misalnya, baru bisa dilaksanakan berkat keterpanggilan beberapa orang dengan membentuk satu tim relawan dan berhasil menanganinya dengan baik.

“Sudah banyak korban berjatuhan, tapi pemerintah hanya diam saja. Dinas Kesehatan tidak punya kepedulian terhadap wabah, padahal dananya ada karena sudah dianggarkan pada APBD tahun 2010,” ujar Ketua Komisi A DPRD Paniai, Emanuel Bagou You kepada wartawan di Nabire, Jumat (28/5).

Ketidakbecusan pihak dinas tidak segera menangani wabah diare, kata dia, diperparah dengan argumentasi tidak logis yang semestinya tidak layak dilontarkan di saat masyarakat membutuhkan pertolongan agar bebas dari penderitaan yang dialaminya. “Pasien butuh pelayanan medis malah dibiarkan sakit sekarat sampai meninggal. Apa ini tidak berdosa?,” tanya Bagou.

Anehnya, pasien yang dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai di Madi tidak dilayani dengan mobil Ambulance. “Waktu itu pasien masih dengan infus kita angkut dari dermaga Aikai ke RSUD pakai mobil pick-up. Seharusnya dengan Ambulance, tapi mobil tersebut dipakai untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.

“Setelah tim berhasil menangani wabah baru dana juga dicairkan. Ini sangat keterlaluan,” kata Eman. “Sudah terlambat, jadi sekarang dana itu mau diapakan?.”

Wabah diare di Kampung Uwebutu menewaskan 16 orang. Sedangkan di Kampung Okeitadi berjumlah 7 orang.

Wabah penyakit di kedua kampung itu ditangani Tim Relawan Kesehatan Kabupaten Paniai dibawah pimpinan Robby Kayame, S.Km, M.Kes. (Markus You)
 
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us