West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.36
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 08:04
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 12266
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4014273
Tapol- Napol LINUS HELUKA dan KIMANUS WENDA Diskriminasi oleh oknum petugas Lapas Klas II Nabire PDF Print E-mail
Written by Yones Douw   
Friday, 14 May 2010 20:22

Ancaman Telor,Intimidasi yang di alami Tapol Napol LINUS HELUKA dan KIMANUS WENDA yang di lakukan  oleh oknum petugas Lapas Klas II Nabire Dan Intervensi pihak Aparat kepolisian  LP Klas II Nabire

Pada Tanggal 04 April 2003 terjadi pembongkaran gudang senjata milik Kodim di Wamena , Aparat TNI POLRI melakukan pengejaran terhadap para pelaku ,belum sampai 1 Minggu pelaku di aman oleh aparat kepolisian  Polres Wamena .

Penangkapan terhadap para pelaku berbeda tempat atau di rumah-rumah mereka masing-masih yakni ENOS LOKOBAL di tangkap 10 April 2003 di rumah, KIMANUS WENDA,NUMBUNGA TELENGGEN,JEFRI MURIB di tangkap 13 April 2003 di rumah,  LINUS HILUKA  di tangkap 27 April 2003 di rumah  dan MIKHAEL ESELO ( Alm ) belum tahu tanggal di tangkap .Mereka di tampung ruangan tahanan Polres Wamena  sambil di periksa keterlibatan mereka dalam kegiatan pembongkaran .Sesudah berkas mereka di rampung pihak kepolisian dapat mengajuhkan berkas perkara tersebut  ke Kejaksaan Negeri dari Kejaksaan berkas perkara mereka di limpahkan di  Pengadilan Negeri di Wamena dengan kenakan pasal 106 TENTANG MAKAR  atau melawan terhadap Negara /  kepada Pemerintah resmi .Sehingga Pengadilan Negeri Wamena memvonis hukuman terhadap ke-7 orang tersebut 3 orang di antara NUMBUNGA TELENGGEN ,JEFRI MURIB DAN KANIUS MURIB  hukuman seumur hidup sedangakan 4 di antaranya LINUS HILUKA,KIMANUS WONDA,ENOS LOKOBAL  dan ALM MIKHAEL ESELO hukuman 20 Tahun ,

dari Wamena mereka di kirim ke Ujung Pandang sampai  Ujung Pandang MIKHAEL ESELO  meninggal Dunia dalam tahanan  penyebab kematian adalah kekerasan phisik aparat. Sedangkan 6 orang lainnya beberapa bulan kemudian mereka di kirim di LP Biak ,Setelah 1 bulan kemudian dari LP Klas II Biak  mereka di pisahkan satu orang atas nama KANIUS MURIB 58  Tahun  ( hukuman  seumur hidup )  di pindakan ke LP Wamena.

3 orang atas nama  ENOS LOKOBAL , NUMBUNGA TELENGGE ( hukuman seumur hidup )   dan JEFRI MURIB ( hukuman seumur hidup )  di tahan LP  Biak , Dan 2 orang atas nama  LINUS HILUKA  dan KIMANUS WONDA  di pindahkan  LP Nabire, Sampai saat ini mereka masih di tahan di LP .

Selama ini kami pekerja kemanusia tidak pernah  monitoring para tahanan Tapol Napol yang ada di LP Nabire . Kami pikir selama ini tidak ada   tindakan tidak manusiawi yang di lakukan oleh okhum  petugas LP  Nabire .Namun kami tahu ketika  seorang  Tapol Napol yang mengaduh  dan melapor kekerasan  yang di lakukan oleh oknum petugas LP Nabire

Kami langsung ke LP melakukan Investigasi terhadap korban ternyata kami menemukan beberapa hal yakni kekerasan oknum petugas Lapas seperti yang ada di kronologis  dan intervensi kepolisian di LP Nabire.

 

Kronologis Kejadian

  1. Tanggal 5 Mei 2008 jam 07 30 wp malam di Stap Sel LP Nabire  atas Nama ZENAL telah melakukan  Pemaksaan dan Intimidasi yaitu Zenal Memaksakan Linus Heluka dan Kimanus Wonda gunting Rambut dan kumis mereka.
  2. Tanggal 26 April 2008  Sampai dengan 04 Mei 2008  LP  Nabire telah memberlakukan khusus dengan cara menolak bezuk tahanan politik  ( menolak kunjungan keluarga  para tahanan politik ) . Keluarga di tolak dengan alasan hari libur atau tanggal merah  dan jam dinas habis pada hal keluarga tahanan lain dapat bezuk.
  3. Tanggal 04 Mei 2008   Stap Penjaga LP  Nabire telah melakukan Intimidasi dan penekanan oleh Baransano yaitu  Baransano panggil Linus Heluka dan Kimanus Wonda langsung di tegur secara ramai-ramai oleh regu jaga/piket ,di suruh berdiri oleh Bapak Baransano langsung menegur  kamu 2 tahu ka ,kamu dua di  kirim kesini karena kamu dua melawan Negara dan Pemerintah   jadi kamu Pakai otak ,tahu diri,jangan diri kaya hebat kamu disini yang hebat disni adalah petugas kalapas jadi kamu dua hormat kami dan kata-kata fitna lainya.
  4. Tanggal 21 Mei 2008 Kepala LP lama atas nama Pak Rumbiak diruang makan Napi LP Nabire mengungkapkan kata-kata penghinaan dan pelecehan di lontarkan kepada kami bahwa  :

a. Bendera Bintang Fajar yang berwarna-warni yang tarik-tarik itu yang membuat

kamu menderita kalian rasa atau tidak.

b. Kamu harus sadar ya kamu ini masuk disini ini kasus politik yang melawan

Negara RI .

c. Kamu ini pembinaan nya berurusan dengan Kanwil Hukum dan Ham Propinsi

Papua saya juga takut untuk bertanggung jawab terhadap kalian .

d. Kamu mau  ambil senjata itu mau buat apa,itu namanya  kamu cari mati itu jadi

apa yang  kamu dapat hukuman itu pantas,supaya kamu kapok didalam

Tahanan.

  1. Tanggal 22 Mei 2008 jam 1.00 wp, ……..Hamadi Kasub Kesehatan  telah melakukan penghinaan terhadap Linus Heluka dan  Kimanus Wonda bahwa  menggungkapkan kata-kata kurang enak di dengar di telingga. Kedua bapa yaitu pertama itu pertanyaan yang mau di tanya itu bagus karena kedua bapa ini tidak mengikuti Ibadah pagi jadi Pak Hamadi Tanya mengapa beberapa hari terakhir ini tidak mengikuti Sembayang pagi ,pertanyaan Pak Hamadi Mau di jawab oleh Pa Linus tetapi pa Hamadi mengatakan Diam bodoh, dasar orang wamena tidak tahu adat tukang melawan,memang ini kamu punya orang tua punya rumah ya ,tetapi disini itu rumah ajar kamu ,jadi kamu jangan kurang ajar ya. Jangan Kamu bawah masuk cara-cara OPM di sini tahu.

 

  1. Tanggal 23 Juli 2008 jam 10 00 wp telah mengacam untuk di pukul dalam pertemuan di ruang Makan Narapidana  LP Nabire oleh Pa Hamadi dan Pa Baransano Di dalam pertemuan khusus untuk para Tahanan Kristen saja mengapa dan kenapa kita ini sering ada alpa dalam berbagai kegiatan kita selanjutnya itu kedua staf  ini serahkan waktunya untuk di jawab ,saat mau di tanggapi oleh Pa Linus Heluka Pa Hamadi tekan diam kamu,lalu pa Linus menjawab pak ini bapa tanya kita jadi kita harus jawab karena kami punya hak untuk di jawab tetapi pa Hamadi dan Barasano mengatakan diam,bodok ,mau di pukul,mau dimasukan di sel akhirnya pa linus diam lalu berdiri di tempat lalu pa Hamadi langsung  menuju 4 langka ke arah pa linus untuk mau pukul kami tetapi ada petugas lain yang tahan atau menghadang Pa Hamadi dan Baransano jadi tidak jadi pukul kami.

 

  1. Tanggal 03 Juli 2008 Di dalam Gereja LP Nabire Kalapas Lama Bapak Rumbiak

Mengatakan  Pa Linus dan Kimanus  harus tahu bahwa siapa suruh kamu dua bongkar gudang senjata itu ? Kamu dua punya kepintaran itu buang jauh-jauh ,yang pintar di sini adalah petugas Lapas Nabire saja.

  1. Tanggal 24 Juli 2008 Dalam Pertemuan di ruang Narapidana Kalapas Lama Bapak Rumbiak Mengatakan bahwa Pa Linus dan Kimanus kamu berdua harus tahu dalam waktu dengan ada Tim Kanwil Hukum dan Ham Propinsi Papua akan turung periksa ,jadi setelah Tim tersebut pulang ,hukuman dari saya bagi kamu  dua pidana 15 Tahun keatas  menjalani murni .

 

Indra Lahera ( Mantan Anggota Polisi ) dan Minal ( Masyarakat pendatang )  Menganiaya David Yatipai di dalam   LP Klas II Nabire

Pada tanggal  26 April 2010 jam 10 pagi di LP klas II Nabire terjadi pemukulan dari INDRA LAHEBA Manta  anggota Polisi kepada DAVID YATIPAI . Pada saat itu  DAVID YATIPAI  pergi ke dapur minta air panas untuk rebus supermi lalu  INDRA HAHEBA  pergi kedapur  langsung tegur  dengan kata kamu bawah pulang supermi  langsung INDRA LAHEBA kasih tumpah supermi langsung mengadakan  tindakan phisik dengan cara melakukan pukulan oleh  2 orang atau 2 orang yang melakukan pemukulan terhadap DAVIT YATIPAI ,2  orang tersebut masing-masing  INDRA LAHEBA dan MINAL   sampai David lari berteriak tolong-tolong  langsung  Kimanus Wonda ,Aten Pigai dan seluruh Napi dan Tahanan yang merasa diri orang Papua  sarentak /spontan  bangkit kemarahan  kejar  Indra Laheba dan Minal  mereka dua menyelamatkan diri di dalam kantor LP Lapas. Mereka kejar Indra Laheba karena dia selalu meremehkan orang papua,menghina orang papua dengan cara meniru logat kami orang Lani  dan logat  orang papua dan sering Indra bilang orang papua dasar bodoh dan   saat itu Linus heluka mengatakan   kamu punya cara-cara seperti itu yang membuat kami ada di penjara ini, kamu harus sadar . Selama Ini Indra Laheba ini Bebas Keluar Masuk dari LP  ,sehingga  peristiwa yang terjadi pada tanggal 26 April 2010 Indra Laheba langsung melaporkan ke  pihak kepolisian  Nabire.

 

Peristiwa yang terjadi di LP  Aparat kepolisian  beranggapan bahwa beributan yang terjadi ini di picuh oleh Linus Heluka dan Kimanis Wonda ,sehingga  pada tanggal 29 April 2010  Pihak Kepolisian Polres Nabire memanggil MUHAMMAD HAMILUDI Plt Kalapas Nabire untuk memintai keterangan atas peristiwa itu . Pihak kepolisian memohon kepada Plt Kalapas Klas II B Nabire bahwa LINUS HELUKA  dan KIMANUS WONDA  harus di pindahkan ke Tahanan Polres Nabire,Tahanan Kodim  atau di kirim di Nusakambangan  tetapi MUHAMMAD HAMILUDI Plt Kalapas Nabire  Mengatakan saya takut menyerahkan 2 orang Tapol Napol tersebut Karena nanti kami dapat kritikan Internasional jadi minta Maaf. Setelah  itu dia kembali ke kantor .

 

Pada tanggal  30 April 2010 Linus Heluka di Panggil oleh  Plt Kalapas di ruang  kerjanya lalu menjelaskan pertemuannya dengan polres Nabire   dan memberi nasehat tentang masalah yang terjadi dalam LP tersebut.  Plt Kalapas memberitahukan kepada Linus Heluka bahwa Pihak Kepolisiaan dan Pihak Kodim 1705 punya rencana  Linus Heluka dan Kimanus Wonda untuk di pindahkan ke Tahanan Polres, Tahanan Kodim 1705 atau Tahanan Nusakambangan  tetapi MUHAMMAD HAMILUDI Plt Kalapas Baru menolak permintaan  pihak aparat tersebut .  LINUS HELUKA  memberitahukan kepada Plt Kalapas bahwa ancaman ini sudah lama di rencanakan karena pada masa Pak Rumbiak jadi Kalapas juga  kami dapat ancaman yang sama. Sedangkan peristiwa tanggal 26 April 2010 ini bermula dari Indra Laheba  dan Minal  memukul David Yatipai  sehingga kami  orang Papua yang ada di LP bersatu kejar mereka dua pelaku pemukulan tetapi mereka dua lari menyelamatkan dikantor disini. Kami kejar ini karena Indra Lahena ini selalu meremehkan,menghina,meniru logat bahasa orang Papua dan biasa Indra bilang orang Papua itu bau-bau itu menyebabkan kami marah.

 

.Intervensi Kepolisian Di LP  KLas II Nabire

Intervensi kepolisian ini dapat di lihat dari  pemanggilan Kalapas lama  Pak rumbiak   oleh pihak Polres Nabire untuk minta di pindahkan  Kedua Tapol Napol  tersebut ,hal yang sama pulah pihak kepolisian lakukan Plt Muhamad Hamiludi Kalapas Baru juga di panggil oleh Polisi Polres Nabire di sampaikan ancaman  di pindahkan 2 Tapol Napol  . Dan pihak Kepolisian Pasang Indra Laheba untuk memantau Linus Heluka dan Kimanus Wonda seperti  Indra Laheba  bersama oknum anggota kalapas  melaporkan peristiwa tanggal 26 April 2010   kepolres Nabire, merupakan bentuk intervensi kepolisian Nabire dan juga ancaman  kenyamanan Tapol Napol  Linus Heluka dan Kimanus Wonda di LP Klas II Nabire.

Linus Heluka dan Kimanus Wonda kenyamanan hidup  di LP Klas II Nabire merasa terancam

Dengan adanya intervensi aparat Kepolisian Polres Nabire dan di lihat kronologi kekerasan oknum anggota Kalapas Klas II Nabire membuktikan  kenyamaan hidup kedua Tapol Napol yang di LP KLas II Nabire merasa terancam ,Karena di LP  disini ada oknum anggota Kalapas  yang tidak suka melihat  berdua Bapak  seperti salah satunya  HENGKI YOWENI  yang selalu bilang kamu biking apa disini kamu harus di pindahkan di tempat lain ,ucapan ini ada keterkaitan dengan ancaman pihak kepolisian yang sampaikan kepada Plt Kalapas Klas II Nabire . Jadi menurut Linus Heluka dan Kimanus  Wonda kami dua sudah  merasakan  ancaman itu sehingga  kami sangat mengharapkan ada perlindungan pihak lain yang kepada kami berdua dan harus menekan  pihak kepolisian Polres Nabire  dan Oknum  anggota LP Nabire  yang selalu mengancam kami,

Linus Heluka tidak terlibat dalam kegiatan pembongkaran gudang Senjata di Wamena

Menurut Linus Heluka mengatakan saya tidak terlibat  dalam pembongkaran Gudang senjata tersebut tetapi saya di tuduh sebagai memberi perintah  pemborangan gudang senjata itu sebenarnya saya tidak ada keterkaitan sama sekali tetapi saya ini di kriminalisasi karena pada saat itu saya anggota Panel Papua yang di percaya oleh masyarakat Baliem ,karena pada waktu itu pihak kepolisian mereka cari celah untuk menangkap saya sehingga pembongkatan  gudang senjata ini momentum yang paling tepat untuk tangkap saya.

Harapan dari Linus Heluka  dan Kimanus Wonda

Linus Heluka dan Kimanus Wonda sangat mengharapkan  beberapa hal :

  1. Perlu ada tekanan Internasional atau pihak lain kepada Polres Nabire dan Oknum anggota LP yang selalu mengacam kedua Tapol Napol.
  2. Istri dan anak-anak sangat mengharapkan Linus Heluka dan Kimanus Wonda  mereka harus di pindahkan di LP Klas II Wamena .
  3. Demi Kenyamanan bagi para Napapidana di LP  Klas II Nabire maka Para Tahanan Polisi dan Anggota TNI  yang ada Lembaga Pemasyarakatan ( LP) Klas II Nabire  harus di pindah di tempat penahanan sendiri.

Demikian laporan di sampaikan ,terima kasih Tuhan Memberkati.

 

 

Nabire , 12 April 2010

 

Yones  Douw

Last Updated on Saturday, 15 May 2010 02:17
 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us