West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.1.67-log
Time : 00:11
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 20
Content : 955
Content View Hits : 1405998
Silahkan Keruk Kekayaan Alam, Tapi Jangan Bunuh Orang Papua PDF Print E-mail
Written by Juby   
Sunday, 01 July 2012 18:17

YUNUS WONDA. (JUBI/ARJUNA)

Jayapura (15/06) --- Adanya anggapan dari Pemerintah Pusat jika kondisi Papua tetap kondusif, meski belakang ini situasi keamanan di Papua khususnya Jayapura sedikit terganggu pasca terjadinya aksi teror penembakan dalam beberapa minggu terakhir, namun dinilai masih dalam skala kecil mendapat tanggapan dari Wakil I Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yunus Wonda.


Ia mengatakan, bukan masalah besar atau kecilnya persoalan yang terjadi saat ini. Namun ini menyangkut nyawa rakyat sipil. Negara harus melindungi, memberikan rasa aman dan nyaman terhadap rakyat sipil.

“Kita tidak melihat besar, kecilnya skala peristiwa yang terjadi. Namun bagaimapun nyawa rakyat sipil harus dilindungi negara. Rakyat sipil sekarang bingung harus kemana mencari perlindungan karena ini terjadi secara terus menerus,” kata Yunus Wonda, Jumat (15/06).

Selain itu menurutnya, tewasnya beberapa orang Papua dalam beberapa kejadian juga disayangkan pihaknya. Bukan hewan yang jadi korban dalam beberapa aksi kekerasan, namun nyawa manusia. “Bukan binatang atau hewan yang jadi korban, tapi nyawa orang Papua. menghilangkan nyawa orang Papua adalah hal yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Ia menegaskan, silahkan Pemerintah Pusat mengambil dan mengeruk kekayaan alam yang ada di Tanah Papua, namun jangan mengorbankan nyawa orang Papua. Nyawa orang Papua tidak sebanding dengan kekayaan alam yang ada.

“Saya tegaskan semua kekayaan di tanah Papua silahkan pusat ambil, namun jangan untuk nyawa orang Papua. Nyawa orang Papua harganya mahal tidak sebanding dengan kakayaan yang ada di Papua. hanya Tuhan yang bisa mencabut nyawa orang Papua. Jumlah orang Papua sangat minim,” tegas Yunus Wonda
 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us