|
Jenazah Mako Dibalut ‘BK’ |
|
|
|
|
Written by bintang papua
|
|
Monday, 18 June 2012 18:15 |
Sudah Dimakamkan di Sere Pos 7 Sentani * Pasca Pemakaman, Sentani Sempat Diisukan Rusuh
SENTANI—Jenazah Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni Sabtu sore (16/06) sekitar pukul 17.25 WIT akhirnya dikebumikan di Pemakaman Sere Pos 7 Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Informasi pihak keluarga sebelumnya yang mengisyaratkan kemungkinan jenazah Mako Tabuni akan dimakamkan secara adat dengan cara dibakar tidak terbukti.
Jenazah Mako Tabuni usai diserahkan dari pihak Polda Papua kepada pihak keluarga di RS Bhayangkara Kotaraja, Jumat (15/6).
Sejak pengarakan jenazah dari Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja Jumat (15/06), hingga prosesi pemakamannya di Pos 7 Sentani Sabtu (16/06) dijaga ketat oleh aparat keamanan yang merupakan gabungan dari TNI-Polri. Aparat gabungan tersebut menempatkan personelnya di beberapa titik jalan masuk yang dianggap rawan seperti di jalan masuk Stadion Bas Youwe, jalan masuk Bandara Sentani depan lapangan Theys, jalan masuk Kampung Sere dan jalan masuk Pos 7 Sentani. Seperti ketika jenazah diarak masuk ke Kota Sentani, pada saat pemakaman pun Kota Sentani seperti kota mati. Tidak nampak adanya aktifitas warga di jalan. Kota Sentani tampak lengang. Beberapa sekolah yang berada di pusat Kota Sentani dipulangkan lebih awal bahkan diliburkan. Pertokoan pun tampak hampir semua tutup rapat. Menjelang malam, beberapa pertokoan diantaranya baru berani buka. Dari pantauan Bintang Papua di lapangan, acara pemakaman dimulai dengan ibadah di rumah duka Pos 7 Sentani sekitar pukul 16.00 WIT. Usai ibadah di rumah duka yang dipimpin oleh Pendeta Beny Giay, sekitar pukul 16.20 WIT jenazah Mako Tabuni diarak oleh sekitar 600 massa pendukungnya hingga ke Pemakaman Sere Pos 7 Sentani. Lalu sekitar pukul 17.25 WIT acara pemakaman selesai yang dipimpin oleh Pendeta Markus Giay. Berdasarkan informasi yang diterima Bintang Papua, 2 buah bendera Bintang Kejora (BK) dan satu buah bendera Komite Nasional Papua Barat (KNBP) sempat dikibarkan beberapa menit selama proses pemakaman di Pemakaman Sere dengan cara ditancapkan di sebatang kayu juga dibalutkan pada jenazah Mako Tabuni ketika dimakamkan. Prosesi pemakaman yang dikhawatirkan rusuh dan anarkis ternyata berjalan lancar dari awal hingga akhir. Usai pemakaman, sekitar 600 massa yang mengiringi pemakaman Mako Tabuni pun secara berkelompok pulang ke rumahnya masing-masing. Karena banyaknya massa yang berdiri di sepanjang jalan karena menunggu angkutan umum, sempat berhembus isu bahwa Kota Sentani rusuh pasca pemakaman. Dimana hal tersebut, membuat masyarakat Sentani sempat merasa tidak nyaman dan ketakutan. Namun semua isu tersebut tidak terbukti. Sehari setelah pemakaman Mako Tabuni, yaitu Minggu (17/06), situasi di Kota Sentani kembali kondusif, aktifitas warga pun kembali normal. (dee/don)
LPMA P : Tewasnya Mako Tambah Melukai Hati Rakyat Sementara itu, tewasnya Ketua I KNPB, Mako Tabuni, menurut Ketua LPMA P(Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua) Stevanus Siep SH, menambah luka hati orang Papua semakin dalam. “Penembakan terhadap Ketua I Mako Tabuni, tambah melukai hati rakyat sangat dalam dan dendaman tidak bisa dilupakan,” ungkapnya melalui pesan singkatnya yg diterima Bintang Papua, Sabtu (16/6). Jadi, menurutnya, penembakan terhadap Mako Tabuni oleh anggota polisi, justru menambah poin bagi KNPB dalam menyuarakan aspirasinya yang selama ini disuarakan. “Ditembaknya Mako Tabuni maka KNPB mempeoleh kredit poin dalam menyuarakan aspirasi rakyat Papua,” lanjutnya. Menurutnya, di jajaran kepolisian harus ada ahli antropologi budaya Papua untuk mencari akar persoalan. “Untuk kita jayapura ini Polisi harus belajar dari mantan Kapolres Robert Djonso,” lanjutnya. Dikatakan, di masa kepemimpinannya sebagai kapolres, angka kriminal sangat rendah, karena pola pendekatanya tidak seperti sekarang,” lanjutnya lagi. Dikatakan, dari versi masyarakat adat penembakan Mako memperuncing persoalan, dan bukan penyelesaian persoalan mnurut versi masyarakat adat. “Jadi Indonesia sebagai Negara hukum, Polisi sendiri tahu tentang prosedur hukum,” ujarnya. Ditegaskan, bahwa apa yang dikatakannya tersebut tidak melihat bagaimana krologis tertembaknya Mako Tabuni, ataupun aturan hukum yang ingin ditegakkan oleh Polisi. “Kami tidak bicara tentang kronologi kejadian dan soal aturan dan hukum. itu kewenangan polisi. sedangkan kami bicara sesuai dengan karakter dan perilaku versi pikiran rakyat kecil di Papua,” tegasnya. |