| Mako Tabuni Diantar Ribuan Warga ke Peristirahatan Terakhir |
|
|
|
| Written by Juby |
| Saturday, 16 June 2012 21:28 |
|
WARGA PAPUA DI PROSES PEMAKAMAN MT (FOTO: FIEN Y.) Jayapura (16/6) --- Jenazah Musa Tabuni atau yang lebih dikenal sebagai Mako Tabuni dimakamkan hari ini, Sabtu (16/6). Pemakaman Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ditembak aparat keamanan pada Kamis (14/6) berjalan dengan aman dan lancar. Pemakaman dihadiri berbagai tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama serta masyarakat luas dari berbagai latar belakang suku di Papua. MT diantarkan oleh kurang lebih seribu warga Papua.
![]() Meskipun penjagaan aparat TNI/Polri cukup ketat di pertigaan jalan menuju ke arah rumah duka MT di Pos 7, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, tidak menyurutkan semangat warga Papua untuk mengantarkan jenazah almarhum MT ke peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Umum Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Dalam pantauan tabloidjubi.com, aparat polisi yang di-back-up penuh aparat TNI dengan bersenjata lengkap berada di beberapa titik sepanjang Abepura hingga ke Pos 7 Sentani. Sebelumnya, dalam pembicaraan antara pihak keluarga dan tokoh masyarakat dengan pihak aparat keamanan sebelumnya, disepakati untuk dimakamkan di Pemakaman Umum Sereh, karena pihak Polda Papua tidak memberi ijin untuk memakamkan MT di Taman Makam Theys Hiyo Eluays di Sentani.
Ibadah pelepasan jenazah di rumah duka dipimpin Pdt. Markus Iyai pada pukul 13.30 WIT dengan mengangkat tema ‘Merajalelanya Kejahatan di Tanah Papua, Tercabutlah Nyawa Orang Tak Berdosa’. Setelah ibadah, tiap komponen diberikan kesempatan untuk memberi penghormatan dan mengucapkan kata terakhirnya. Usai sambutan, jenazah diserahkan oleh pihak keluarga kepada KNPB. Selanjutnya, KNPB memimpin prosesi pemakaman dari rumah duka hingga tempat Mako Tabuni dimakamkan.
Pihak keluarga yang diwakili kakak tertua Mako dalam sambutan usai ibadah, mengatakan Mako orang berani. "Kami dari Wamena selalu pesan mundur kalau situasi panas tapi ia selalu katakan karena itulah aku lahir," kata kakak tertua Mako Tabuni ini. "Ia katakan saya harus mati di jalan karena saya anak pengemis jalanan untuk rakyat Papua," lanjut anak pertama dari Bapak Gama Tabuni ini menirukan kata-kata Mako semasa hidupnya.
Sedangkan KNPB yang diwakili Victor Yeimo, juru bicara internasional KNPB mengatakan kepergian Mako tak akan membuat KNPB mundur selangkahpun. "Mako pergi, Buctar ditahan, kami sebagian dibunuh. Tapi KNPB sudah berjanji kepada rakyat tidak akan mundur selangkah pun. Hati kami akan militan seperti seorang Mako Tabuni. Kami tidak akan lawan degan senjata pistol atau M16 tapi senjata kami, kekuatan masa rakyat bangsa Papua Barat. Penjajah hari ini mendengar kami untuk melawan," kata Yeimo dalam sambutannya sebelum jenazah Mako dimakamkan.
Tepat pukul 16.00 WIT, warga mengantarkan jenazah almarhum menuju peristirahatan terakhir dengan berjalan kaki mengarak peti jenazah. Pemakaman jenazah Mako dilakukan tepat pukul 16.38 WIT. Usai pemakaman, ribuan masa yang menghadiri pemakaman itu meninggalkan lokasi pemakaman dengan tertib. Sebagian besar pulang ke rumah masing-masing. Namun beberapa orang tampak kembali ke rumah duka. Hingga pemakaman usai, masih tampak aparat keamanan berjaga-jaga di sekitar lokasi pemakaman hingga Sentani Kota.
Mako Tabuni, tewas ditembak oleh sekelompok orang berpakaian preman yang kemudian diakui oleh pihak kepolisian sebagai Detasemen Khusus Anti Teror. Setelah terjadi penembakan, massa mulai melakukan pembakaran toko dan kendaraan bermotor milik warga sipil yang tak berdosa dan tak mengerti persoalan, di jalan masuk Perumnas III Waena. Menurut pernyataan Kepolisian Daerah Papua, Mako ditembak karena melakukan perlawanan saat polisi akan menangkapnya. Kepolisian juga mengatakan, sudah dilakukan tembakan peringatan tapi Mako masih tetap melawan.
Pernyataan kepolisian ini berbeda dengan pernyatan beberapa saksi di tempat kejadian. Ada yang mengatakan, Mako ditembak oleh sekelompok orang yang menggunakan tiga buah mobil yang datang dari arah Gapura Universitas Cenderawasih. Seseorang keluar dari salah satu dari tiga mobil tersebut dan langsung menembak Mako hingga terjatuh. Mereka kemudian mengangkat tubuh Mako ke dalam salah satu mobil dan pergi meninggalkan lokasi kejadian. Mako dinyatakan tewas setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara. (Jubi/Wayar/Mabel/Mambor) |



