West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.91-log
Time : 01:36
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 10
Content : 828
Content View Hits : 893362
Sebuah Toko di Belanda Dijadikan 'Sarang' OPM PDF Print E-mail
Written by Vivanews   
Monday, 21 November 2011 23:36

 

Toko yang berdiri di ruko tua itu mengumpulkan donasi dan meminta dukungan Papua Merdeka.

Anews - Organisasi Papua Merdeka (OPM) makin menunjukkan keberadaannya di negeri kincir angin, Belanda. Buktinya, sebuah toko di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam, Belanda.

"Kalverstraat itu semacam Pasar Baru kalau di Jakarta. Saya kaget begitu lihat ada satu toko yang memasang bendera dan atribut OPM," ujar Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, Jackson Kumaat saat berbincang dengan VIVAnews.com, Senin 21 November 2011.

Bahkan Jackson lebih kaget lagi, toko yang berdiri di sebuah ruko tua itu juga mengumpulkan donasi dan tanda tangan untuk memberikan dukungan OPM memerdekakan Papua dari Indonesia. Dia menggambarkan kawasan pertokoan itu sangat ramai pengunjung.

Awalnya dia mengaku tidak percaya. Mungkin Papua yang dimaksudkan adalah Papua Nugini. "Saya berpikir mungkin ini Papua Nugini. Tapi ternyata ini Papua yang ada di Indonesia," katanya.

Atribut-atribut yang terpampang jelas di etalase toko itu seperti, bendera OPM dan brosur-brosur yang dibagikan kepada pengunjung.

Di dalam brosur yang dibagikan, disebutkan bahwa Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Papua.

Kedua instansi keamanan RI itu dituliskan dalam brosur telah melakukan berbagai pelanggaran HAM di tanah Papua. "Mereka menggambarkan masyarakat Papua sangat ketakutan," katanya.
Aries Setiawan
"Saat saya berbincang, mereka mengaku sedang mengumpulkan donasi untuk kemerdekaan Papua, mereka minta dukungan internasional untuk kemerdekaan Papua. Saya kaget. Mungkin saya satu-satunya orang yang menyadari itu adalah OPM yang ada di Papua, Indonesia," tuturnya.

Dia sendiri ke Belanda terkait rencananya untuk studi banding ke kantor walikota Maastricht. "Karena di Maastricht itu pelayanan publiknya sangat baik. Memang delegasi kita di Sulawesi Utara ingin mempelajari pelayanan publik di Belanda," jelasnya.

Jackson berharap, dengan temuannya ini, pemerintah Indonesia, khususnya Kemenlu, Kemenhan dan Badan Intelijen dapat menindaklanjutinya. Sebab, jika tidak, gerakan OPM di Belanda, bahkan di Eropa akan menjadi-jadi.

"Hal-hal seperti ini agar Kemenlu, Kemenhan dan BIN segera melakukan pendalaman. Kemenlu dan Kemenhan harus membuat nota keberatan ke Belanda. Itu jelas-jelas mengumpulkan donasi dan dukungan untuk Papua merdeka. Itu jelas-jelas terbuka," ungkapnya. (adi)

 
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us