West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.1.73-log
Time : 20:37
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 34
Content : 1155
Web Links : 1
Content View Hits : 2153094
Foto & Kronologis Aksi KNPB di Mnukwar [Manukwari] PDF Print E-mail
Written by knpb   
Friday, 26 October 2012 13:47

Foto & Kronologis Aksi KNPB di Mnukwar [Manukwari]

salah salah masa KNPB yang kenah tembakan di Mnukwar oleh Militer Indonesia [23 Oktober 2012]

Sabtu, 20 oktober 2012 KNPB memasukan surat pemberutahuan di Kapolres Manokwari. Selasa 23 oktober jam 08.00 KNPB dan Masa aksi berkumpul di ruas jalan amban gunung salju, di depan Universitas Negeri Papua (UNIPA). Aksi ini mendukung pertemuan yang akan dilaksanakan oleh IPWP (Internasional Parliamentariant for West papua) di London, Inggris. Dimana IPWP akan mendesak PBB untuk segera adakan Referendum di tanah papaua. Aparat keamanan POLRI sudah dari awal sudah berjaga –jaga di ruas jalan. Begitu melihat masa KNPB kumpul dan bertambah, para Polisi melakukan pagar betis di ruas jalan Amban Gunung Salju. Orasi demi orasi dilakukan oleh KNPB dan meminta aparat kepolisian untuk membuka jalan namun itu tidak diindahkan. Negosiasi antara KNPB dan kepolisian dilakukan, aparat kepolisian menyatakan bahwa KNPB tidak terdaftar di KESBANG sehingga tidak diperbolehkan untuk melakukan aksi. KNPB menolak dan tetap aksi menuju lapangan Borasi di titik finis. KNPB juga mengatakan bahwa mengapa polisi dari awal tidak ada komunikasi mengenai pendaftaran sehingga kami bisa dihadang sekarang, KNPB tidak akan pernah mendaftarkan di Kesbang karena KNPB sedang melawan Negara RI.

 

Jam 09.00 masa KNPB terus mendobrak pagar betis Polisi hingga polisi mundur 2 meter. Akhirnya datang penambahan pasukan polisi. KNPB dan masa aksi melakukan aksi duduk dan mulai orasi demi orasi. KNPB dibawa pimpinan Alexander Nekenem selaku ketua mengatakan sikap bahwa “keamanan akan dijaga dan aksi mereka merupakan aksi damai dan bermartabat, KNPB bersama rakyat akan berjuang sampai titik penghabisan. Pihak kepolisian hanya memancing emosi masa aksi. KNPB bersama masa aksi mengambil sikap bahwa mereka akan melakukan aksi dan menduduki ruas jalan Amban di depan UNIPA, hingga kendaraan macet total”.

Jam 11.30 orasi demi orasi dilancarkan dari berbagai elemen rakyat west papua dari pelaku sejarah hingga pemuda dan mahasiswa. Ditengah semangatnya masa aksi, datang seorang berambut panjang, berkulit terang, ras melayu di tengah masa dan mengambil gambar. Melihat hal itu, masa KNPB emosi dan memukul pelaku pemotret tersebut. Aparat kepolisian tidak tinggal diam. Polisi mulai anarkis dan membabibuta melepas tembakan kearah masa aksi. Dari hasil tersebut, polisi berhasil menembak beberapa masa aksi. Polisi juga berhasil menangkap ketua KNPB dan 10 anggota lainnya. Dari laporan korban yang ditangkap dan dibawa ke polres mengatakan, mereka mulai dipukul dengan laras senjata dan disepak dengan sepatu mulai dari dalam mobil hingga sel kapolres. Dalam selpun mereka masi ditendang dan di pukul dengan senjata hingga babak belur. Mereka ditahan selama 1 jam di polres manokwari. Pihak kepolisian juga merusak mobil komando yang digunakan KNPB serta peralatan lainnya serta kendaraan roda 2 milik masa aksi.

Di tempat kejadian, masa aksi KNPB kembali menduduki ruas jalan dan menuntut agar mereka yang ditangkap segera dikembalikan kepada masa aksi jika tidak maka masa aksi akan menduduki hingga mereka dibebaskan. Akirnya setelah 1 jam kemudian ketua KNPB Alexander Nekenem bersama 10 rekannya dibebaskan. Namun kondisi fisik mereka telah babak belur dengan pukulan. Akhirnya masa aksi emosi dan terjadi adu mulut antara masa dan polisi. Polisi juga menawarkan akan mengobati mereka yang kena tembakan dan pukulan. Namun KNPB menolak tawaran tersebut dengan alasan “mana mungkin NKRI mau berbaik hati, musuh tetap musuh”. KNPB hanya minta agar polisi segera memperbaiki mobil dan peralatan aksi yang dirusaki dan serta mengembalikan Handphone mereka. Pihak kepolisian mengembalikan barang milik masa aksi dan mengatakan akan memperbaiki mobil yang telah mereka hancurkan.

Akhirnya, pada pukul 15.30 wit KNPB menyatakan sikap melalui ketua KNPB wilayah mnukwar bahwa dilain waktu polisi tidak perlu menghadang dan menakut-nakuti rakyat west papua yang hendak menyampaikan aspirasi. Ia juga mangatakan bahwa, aksi sekarang dimenangkan oleh KNPB dan Rakyat West Papua dimana kejadiaan ini akan dilihat di tingkat Internasional. Bahwa masih ada penindasan terhadap orang papua oleh NKRI. Mengenai data korban kena tembakan dan dipukul hingga babak belur dapat kami lampirkan sebagai berikut:
1. Frans Mumpu, 23 thn. Di pukul dengan laras senjata bagian muka hingga pelipis robek
2. Melkias Beanal, 20 thn. Lengan kiri kena timah panas hingga patah tulang
3. Alex Gombo, 22 thn. Dipukul dengan laras senjata di bagian muka
4. Eman Mabel, 20 thn. Kena peluru karet bagian belakang
5. Jenol Giban, 25 thn. Dipukul dengan laras senjata hingga memar dan ganguan penglihatan
6. Daniel Matuan, 20 thn. Dipukul dengan laras senjata di bagian kepala hingga kepala robek 2 cm
7. Apit Wandikbo, 19 thn. Dipukul dengan laras senjata kepala bagian kanan hingga robek
8. Yohanes Deikme, 23 thn. Dipukul dengan laras senjata hingga pelipis dan pipih kiri robek 2 cm
9. Alfius Jikwa, 18 thn. Kepala dan belakang dipukul dengan mulut senjata hingga memar
10. Demius Aud, 20 thn. Kepala belakang robek akibat dipukul dengan mulut senjata
11. Sakeus sambolon, 20 thn. Dipukul dengan laras senjata bagian muka hingga memar
12. John Batibalio, 23 thn. Kena peluru karet bagian belakang 2 cm
13. Sarpas Waker, 20 thn. kena peluru karet di kepapala belakang
14. Edison Peyon, 21 thn. terkena peluru karet bagian belakang
15. Maikel sama, 25 thn terkena peluru karet kepala bagian depan 5 jahitan 2cm dan kena bibir 3 jahitan
16. Edwar Wandik, 21 thn. terkena peluru karet bagian belakang
17. Alexander Nekenem, 27 thn. dipukul dengan senjata dan sepatu laras hingga muka dan badan memar dan bengkak.

 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us