West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux m
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.5.57-0+deb7u1-log
Time : 02:25
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 11950
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 3620420
Warta Papua Barat
TNI Polri Masih Lakukan Penembakan di Eduda PDF Print E-mail
Written by Laporan Marsel Gobai   
Wednesday, 14 December 2011 08:46
Hingga Pkl. 02.00 - 06.00 WIT dini hari, masi terdengar baku tembak di Eduda. Sadar atau tidak, sengaja atau tidak, tembakan dari TNI-POLRI sebanyak 11 kali tembakan diarahkan ke arah perumahan warga sipil di Kampung Gekoo, satu tembakan kena rumah duka (dimana dikampung ini masi dalam suasana duka ats meninggalnya Bpk. M. Gobay karena sakit ketuaan, yang telah dimakamkan hari ini 14/12/2011) dan peluru lainnya kena pucuk cemara.
Last Updated on Wednesday, 14 December 2011 08:47
Read more...
 
Penangkapan ibu Kristina Kogoya dan Anaknya Wene Lokpere di Jayapura - Papua PDF Print E-mail
Written by SMP News - Jayapura   
Friday, 27 July 2012 10:32

JAYAPURA Ibu Kristina Kogoya dan anaknya Wene Lokpere berumur 5 tahun telah ditangkap dan diculik oleh Militer dan Polisi Indonesia Spesial  Anti Terorist unit 88 di Jayapura, pada hari Kamis, ( 26/7/ 2012), pukul 08:00 Waktu Papua,  ketika Ibu Kristina dan anaknya sendang mengikuti persidangan Ketua KNPB di Pengadilan Negeri Jayapura - Papua dini hari.

Last Updated on Friday, 27 July 2012 10:41
Read more...
 
Kemunafikan Indonesia, Badai Penghalang Mata Dunia untuk Pemusnahan Etnis Melanesia di Papua PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 16 June 2014 13:21

Oleh: Robinh Hugo C. A.

 

Souce: Jubi

 

Perjuangan Rakyat Papua demi memperjuangkan hak-hak dasar sebagai bangsa yang merdeka kini bukan hal yang asing lagi di Papua, di Indonesia, dan bahkan di mata dunia Internasional. Perjuangan Rakyat Papua yang pada tahun 1965 dinamakan sebagai gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) oleh Indonesia, sampai hari ini terus memperjuangkan hak-haknya demi masa depan masyarakat Papua di bawah naungan militeristik Indonesia yang super represif.

 

Sejak aneksasi Papua ke dalam wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga kini, terus terjadi pembantaian dan pelanggaran HAM luar biasa terhadap masyarakat tanpa memandang harkat dan martabat sebagai manusia yang memiliki hak dasar yaitu merdeka sesuai Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB 1948.

 

Perjuangan Rakyat Papua untuk menuntut hak-hak dasarnya terus dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri. 4 Maret 2014 lalu, Perdana Menteri Vanuatu Moana Carcasses Kolasil dalam sidang Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-25 di Genewa, Swiss menyampaikan suara hati rakyat Papua yang terus dibungkam NKRI selama setengah abad lebih.

 

Last Updated on Monday, 16 June 2014 13:29
Read more...
 
Residents in Kulirik Dondobaga, Puncak Jaya Flee to the Forest PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 31 January 2014 20:33

               Mulia, Puncak Jaya

 

Jayapura - People in Kulirik Dondobaga, Puncak Jaya flee into the forest from burning house by the security forces . This is dictated Chairman KMPPJ , Metinus Telenggen , Sunday ( 28/1 ) afternoon after holding a peaceful demonstration in the Papua Province Governor 's Office page .

 

He reveals that people from Kulirik, Dondobaga all fled into the woods because the people in fuel security forces . But the reason the house was burned , until now it did not know .

The security forces accused the local residents as TPN OPM . Metinus expect the local government to handle the issue immediately .
Metinus also reveal oddities in usurpation eight firearms at the police station Kulirik at the sub- sector due to the deprivation of such weapons , no police were injured shooting . He also asked the government to resolve the big problem , which for thirteen years there has been no settlement related to a shooting that resulted in many casualties .

 

They already know there are eight missing weapons glanced at the police station , this is weird . Why weapons seized but police are not in the firing . Officials were not made ​​public place like a lost parent . Problems TPN OPM in Puncak Jaya for 12 or 13 years there has been no settlement . So we asked the local government , traditional leaders , religious , women , youth and intellectual leaders sit together to find a solution, " he said .

 

Previously , Monday ( 27/1 ) Puncak Jaya Police Chief Adjunct Senior Commissioner Sarimin Aarhus denied the information about citizens who were persecuted and also about the burning of the houses of citizens .

(dmin WPB)

 
GRPB Kecam Tindakan Represif dan Main Tangkap Yang Dilakukan Kepolisian di Papua PDF Print E-mail
Written by Punik Castro   
Friday, 17 June 2016 05:28
     Aksi Gerakan Rakyat PApua Bersatu (GRPB), 16 Juni 2016 di Yogyakarta. Dok WPB
Yogyakarta, 16/06/2016 - Menyikapi tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian daerah Papua dan Papua Barat, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, serta dengan adanya tindakan main tangkap secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap puluhan aktivis Komite Nasional Papua Barat  (KNPB) dan Mahasiswa menjelang aksi damai rakyat Papua yang akan digelar pada tanggal 15 Juni 2016 mendatang, Gerakan Rakyat Papua Bersatu [GRPB] menyatakan sikap, "Mengecam Tindakan Represif dan Aksi Main Tangkap Secara Sewenang-wenang Yang Dilakukan Aparat Kepolisian Aktivis, Mahasiswa dan Rakyat Papua di Seluruh Tanah Papua !".
Hal ini disampaikan oleh Y Kossay, selaku koordinator GRPB, saat ditemui di Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan I Yogyakarta. Y Kossay menjelaskan bahwa tindakan represif dan penangkapan secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat kepolisian Republik Indonesia terhadap aktivis dan Mahasiswa di tanah Papua, merupakan tindakan yang telah mencederai hukum dan demokrasi yang selama ini dijunjung oleh mereka (Indonesia). "Tindakan yang dilakukan Polisi di tanah Papua, dengan merepresif dan menangkap aktivis dan mahasiswa, ini adalah tindakan yang anti terhadap demokrasi, Indonesia selalu menyanjung dirinya sebagai negara hukum dan demokrasi, tapi kenapa hal itu tidak diwujudkan di Papua ?, dengan tindakan Polisi yang seperti ini, maka Indonesia sangat tidak layak dinyatakan sebagai negara hukum dan demokrasi", tegas Y Kossay.
Last Updated on Friday, 17 June 2016 05:48
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 236

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us