| Penuntasan Masalah Puncak Jaya Diharapkan Transparan |
|
|
|
| Written by Bingtang Papua |
| Sunday, 22 August 2010 16:32 |
|
Jayapura—Masalah keamanan Kabupaten Puncak Jaya, yang sejak Tahun 2004 sering terjadi insiden yang menimbulkan korban jiwa akibat ulah kelompok sipil bersenjata, terus mendapat sorotan. Jika dalam sebulan terakhir disorot sejumlah tokoh baik agama maupun tokoh masyarakat, termasuk kalangan praktisi hukum setelah pemanggilan Pdt. Duman Sokratez S Yoman, maka kini giliran kalangan intelektual, yakni para mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) angkat bicara.Ketua PMKRI Jayapura Sebastian Aramasyoah Bame bersama rekan-rekannya saat menggelar jumpa pers di sekretariatnya Jumat (20/8) kemarin mengatakan, pihaknya turut prihatin dengan situasi yang tercipta di Puncak Jaya. Karena itu PMKRI mengeluarkan sejumlah pokok pikiran yang diantaranya adalah mendesak seluruh komponen baik TNI, Polri, Masyarakat untuk menciptakan kedamaian di Tanah Papua dengan saling menghormati hak-hak setiap warga Negara. ‘’Hak setiap warga Negara untuk mengemukakan pendapat di muka umum. Karena itu semua pihak harus meresponnya sebagai upaya untuk mengoreksi kinerja yang kurang efektif serta efisien,’’ ungkapnya. Dikatakan, Polda Papua harus menyadari atas tugasnya untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. ‘’Sehingga pernyataan Sokratez Sofyan Yoman harus ditanggapi sebagai masukan dalam upaya mengungkapkan peristiwa penembakan di Puncak Jaya,’’ lanjutnya. Selain itu juga mendesak kepada Polda Papua untuk mengungkap secara transparan ke masyarakat tentang penanganan kasus di Puncak Jaya. ‘’Kami mendesak Polda Papua untuk menghentikan pemanggilan atau upaya apapun terhadap tokoh agama Pdt. Socratez Sofyan Yoman,’’ desaknya. Selain kepada Polda, PMKRI juga mendesak Komnas HAM Papua untuk membentuk tim independen untuk menyelidiki dan mengungkap pelaku dibalik peristiwa di Puncak Jaya agar tercipta rasa keadilan dan kedamaian. ‘’Kami juga meminta kepada DPRP, MRP, Pemprof Papua dan Pemkab Puncak jaya agar pro aktif dalam mengawasi upaya penanganan kasus penembakan di Puncak Jaya,’’ desaknya lagi. (aj) |


