West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.91-log
Time : 00:44
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 8
Content : 777
Content View Hits : 712493
Buat Biaya Pengobatan Pilep Karma PDF Print E-mail
Written by Papos   
Tuesday, 16 March 2010 12:27

AKSI : Penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan Tapol tokoh pejuang Papua Pilep Karma yang sedang menderita sakit.

Puluhan aktifis dari Solidaritas Korban Pelanggaran Ham Papua (SKPHP) dipimpim Peniaa Lobere selaku koordinator melakukan aksi penggalangan dana di jalan-jalan protokol untuk biaya pengobatan Tapol Pilep Karma, Senin (8/3) kemarin.

 
AKSI penggalangan dana dilakukan di 3 titik yakni, di wilayah Ekspo Waena, lampu merah Waena dan di lampu merah depan Kantor Pos Abepura,

sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan Tapol tokoh pejuang Papua Pilep Karma yang sedang menderita sakit.

SKPHP yang tergabung dari berbagai komponen organisasi seperti AMPTPI, AMP, KNPB, Graha Papua, Dewan Kesehatan Rakyat Papua, Front Pepera, Parjal, Dehaling dan FNMPP

Menurut Koordinator aksi Peniaa Lobere saat di wawancara mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan oleh SKPHP tersebut sebagai rasa kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi kesehatan Tokoh Papua Pilep Karma yang semakin hari semakin memburuk di RSUD Dok II Jayapura.

Peniaa Lobere mengatakan, biaya yang dibutuhkan oleh proses pengobatan Pilep sangat besar, namun dari keluarga Pilep tidak mempunyai biaya, sehingga SKPHP melakukan aksi penggalangan dana untuk mencoba mencari sumbangan demi meringankan beban Pilep Karma, sekaligus mencari perhatian berbagai pihak untuk turut membantu beban yang diderita Pilep Karma.

Peniaa Lobere juga mengatakan, aksi itu juga sebagai wujud protes terhadap pemerintah dalan hal ini Departemen Hukum dan Ham, Lapas Abepura serta Pemerintah Provinsi Papua, karena tidak memperhatikan kondisi kesehatan Pilep Karma.

Kata Penias aksi pelanggalangan dana tersebut bukan hanya satu kali ini saja, namun akan berlanjut terus-menerus sampai biaya yang dibutukan oleh Pilep Karma dapat terpenuhui.

Peniaa Lobere juga mengharapkan, pemerintah dapat membuka mata dan melihat hal tersebut, karena hal ini merupakan bentuk pelanggaran Ham yang terjadi di Papua.[**]
Last Updated on Tuesday, 16 March 2010 12:37
 
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us