West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.2.17
MySQL : 5.0.91-log
Time : 00:26
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 10
Content : 828
Content View Hits : 893215
Tarik Segera Pasukan Brimob Dari Paniai! PDF Print E-mail
Written by FWPC   
Thursday, 17 November 2011 00:35

JUBI --- Penembakan yang diduga menewaskan delapan warga sipil di lokasi Bayabiru, kawasan penambangan emas ilegal Degeuwo, Kampung Nomouwodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Minggu (13/11) lalu, terjadi setelah selama tiga hari sebelumnya ada pengiriman pasukan Brimob dari Timika ke Enarotali. Hanya saja, belum diketahui penyebab dan kronologi kejadian sebenarnya.

“Jika itu benar, siapapun tidak menerima kejadian seperti itu. Jadi, kami tegaskan bahwa segera tarik kembali pasukan Brimob yang dikirim ke Paniai pada pekan lalu,” ujar Anggota Majelis Rakyat Papua, Yakobus Dumupa, kepada tabloidjubi.com di Jayapura, Rabu (16/11) sore.

Ketua Dewan Adat Daerah Paniai, John NR Gobai dalam press release, mempertanyakan, dalam rangka apa 120 anggota Brimob dikirim ke Paniai, sementara saat ini situasi keamanan di Kabupaten Paniai masih kondusif. “Kami minta penjelasan dari Kapolri, Kapolda dan Kapolres, untuk apa pasukan Brimob itu dikirim ke Paniai?.”

John menduga, pasukan Brimob yang dikirim ke Enarotali dari Timika dengan menggunakan jasa pesawat PT Trigana Air Service selama tiga hari berturut-turut itu akan membuat masyarakat setempat resah dan trauma. “Perlu ada advokasi dari teman-teman LSM dan bentuk tim pencari fakta, sebab isu penembakan di Degeuwo itu harus bisa dibuktikan,” katanya.

Kejadian di Degeuwo, kata Jack, tidak bisa dilihat semata-mata kesalahan oknum anggota, melainkan secara institusional. “Harus ada pertanggungjawaban secara institusional,” tegasnya.

Jika tidak ada tanggapan dari pimpinan institusi, kata dia, rakyat akan mempersoalkan kasus penembakan di Degeuwo. “MRP akan bentuk tim untuk ungkap kasus penembakan terhadap delapan orang di Degeuwo,” ujar Dumupa.

Ia juga menyatakan mengutuk tindakan brutal yang dilakukan oknum keamanan di Bayabiru, Degeuwo. Terjadi di saat Tanah Papua dililit berbagai persoalan yang mesti mendapat perhatian khusus dari pemerintah. “Kasus-kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua mencederai upaya dialog damai antara rakyat Papua dan pemerintah Indonesia, sehingga TNI/Polri sebenarnya yang menjadi separatis yang menghancurkan keutuhan NRKI,” tandasnya. (Jubi/Markus)

 
Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us