West Papua Images

Polls

Will West Papua become a free and independenat nation?
 

Statistics

OS : Linux i
PHP : 5.6.40
MySQL : 5.5.60-0+deb7u1-log
Time : 04:34
Caching : Disabled
GZIP : Enabled
Members : 17727
Content : 1235
Web Links : 1
Content View Hits : 4371063
Anggota DPR Papua: TNI/Polri Pelaku Penembekan Lima Siswa di Paniai PDF Print E-mail
Written by Egulek   
Monday, 12 January 2015 21:35

Anggota DPR Papua: TNI/Polri Pelaku Pelaku Penembekan Lima Siswa di Paniai

      Laurenzius Kadepa, Anggota Komisi A DPR-P (Foto Mikha Gobay/ Dok suarapapua.com)                              

 

Jayapura, SUARAPAPUA.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakayat Papua (DPRP), Laurenzus Kadepa, mengatakan, aparat TNI/Polri adalah dalang dan pelaku penembakan di Kabupaten Paniai, pada 8 Desember 2014, yang menelan korban lima orang, dan puluhan lainnya luka-luka.

 

“Mungkin anggota TNI/Polri di Paniai mabuk, masa bisa melakukan penembakan secara brutal terhadap warga sipil yang tidak berdosa, apalagi di siang hari,"  ujar Kadepa, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Abepura, Jayapura, Papua, Senin (12/01/2015); dikutip suarapapua.com

 

Kadepa mengatakan, saat ia bersama beberapa anggota DPR-P mengunjungi Paniai, dan mewawancarai sejumlah korban yang masih hidup, mereka mengatakan bahwa pelaku penembakannya adalah Polisi dan Tentara.

 

 

"Korban yang masih hidup bersaksi pada saat kami berkunjung, karena itu saya bisa katakan mereka sebagai pelaku penembakan," tegasnya. dilansir suarapapua.com

 

Menurut Kadepan, ia mendapatkan informasi akurat, bagaimana arapat TNI dan Polri melakukan penembakan terhadap warga sipil, termasuk nak-anak sekolah yang berseragam.

 "Itu yang sampai saat ini saya masih bingung, pelakunya sudah jelas, tapi kenapa aparat tidak bisa mengungkapnya," tegas Kadepa.

 

Kadepa juga mengatakan, penembakan juga ditujukan kepada Kepala Desa Kampung Awabutu, yang saat menggunakan pakaian Dinas, padahal yang bersangkutan sedang berusaha untuk mengamankan massa aksi.

"Jelas-jelas ada unsur kesengajaan mengulur-ulur kasus ini agar masyarakat lupa dan tidak lagi mengungkit kasus ini," tegasnya

 

Dikatakan, tempat pertama yang dikunjungi DPRP adalah Pondok Natal, tempat awal kejadian. Lalu selama tiga hari kunjungan, tim bertemu dengan korban dan keluarga korban, juga bertemu Kapolres Paniai.

 "Kami juga bertemu perwakilan tentara, karena Dandim tidak ada, maka ada yang mewakilkan," jelasnya saat pers

 

“Masalah Paniai sebenarnya sudah jelas. Bukan hanya di Paniai, tetapi juga di tempat-tempat lain di Tanah Papua. Pelakunya jelas bila memang ada niat baik, silakan diungkap,” tegas anggota DPRP asal Paniai ini.

 

Sementara itu, Jhon NR Gobay, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, menambahkan, penembakan terjadi siang hari dan begitu banyak pasang mata yang menjadi saksi, sehingga TNI/Polri tidak perlu menghindar atau menutupi apa yang sebenarnya terjadi.

 

“TNI/Polri juga tidak perlu khawatir nama baiknya akan menjadi buruk, tetapi justru sebaliknya, ketika TNI/Polri mampu mengakui perbuatan ini dengan jantan, maka citranya juga akan jadi baik di mata masyarakat Papua, secara khusus di Paniai," tambah Gobay. (suarapapua.com/ Warta Papua Barat)

 

Egulek

Last Updated on Monday, 12 January 2015 21:50
 

Latest News

Warta Papua Barat, Papua Merdeka!; Contact Us